<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9366">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN SANKSI HUKUM PADA APARAT HUKUM (POLISI) TERHADAP PENYALAHGUNAAN BARANG BUKTI HASIL TINDAK PIDANA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tumbelaka, Ardykha Eka Dharma</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">MANADO</placeTerm>
  </place>
  <publisher>DLSU Manado</publisher>
  <dateIssued>2016</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi Hukum</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana Pasal 42 ayat (1)&#13;
disebutkan bahwa :  Penyidik berwenang memerintah kepada orang yang&#13;
menguasai benda yang dapat disita, menyerahkan  benda tersebut kepadanya &#13;
untuk kepentingan pemeriksaan dan kepada yang menyerahkan benda itu harus&#13;
diberikan surat tanda penerimaan. Dalam kenyataan barang bukti yang merupakan&#13;
unsur yang sangat penting dalam proses peradilan malah disalahgunakan dengan &#13;
memanfaatkan barang bukti tersebut untuk kepentingan pribadi maupun&#13;
kepentingan kelompoknya. Seperti perkara perbankan yang melibatkan terjadi&#13;
penggelapan barang bukti oleh aparat kepolisian dari Polda Sulut yang &#13;
menggelapkan barang bukti sekitar 7,7 Milyar. Tujuan dari penelitian ini (1) untuk&#13;
mengetahui terjadi penyalahgunaan kewenangan aparat hukum (Polisi) terhadap&#13;
barang bukti hasil sitaan tindak pidana (2) untuk mengetahui penerapan sanksi&#13;
hukum pidana terhadap aparat hukum (Polisi) yang menyalahgunakan barang&#13;
bukti hasil tindak pidana. Metode yang gunakan dalam penelitian ini&#13;
menggunakan Yuridis Empiris. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1)&#13;
Penyalahgunaan barang bukti terjadi karena adanya penyalahgunaan jabatan yang&#13;
diatur oleh pihakkepolisian dalam hal ini penyidik serta adanya kesempatan untuk&#13;
mengambil barang sitaan hasil tindak pidana (2) Penerapan sanksi hukum berupa&#13;
kode etik kepolisian serta sanksi pidana berdasarkan putusan Nomor&#13;
242/Pid.B/2015/PN.Mnd berdasarkan ketentuan hukum.  &#13;
Kata kunci : Penyalahgunaan kewenangan, barang bukti, polisi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Law</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Catholic University of De La Salle Manado Welcome to De La Salle Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>Skripsi/Tum p</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="182" url="" path="/Untitled.pdf" mimetype="application/pdf">Penerapan Sanksi Hukum Pada Aparat Hukum (Polisi) Terhadap Penyalahgunaan Barang Bukti Hasil Tindak  Pidana</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <slims:image>HASIL_PENELITIAN_a_001.png.png</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9366</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-11-17 12:10:14</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-11-17 12:10:14</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>