<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="15091">
 <titleInfo>
  <title>Spiritualitas Ekologi</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ferry Sutrisna Wijaya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Martin Harun</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>P. Wiryono</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Budi Widianarko</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Andang L. Binawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Thomas Wendorise Rakam</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Amelia Hendani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kristiana Prasetyo</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tan Mariam</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">JAKARTA</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Pustaka KSP Kreatif</publisher>
  <dateIssued>2024</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Teks Book</form>
  <extent>xii ; 384 Hlm. ; 18X25cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Belakangan ini cukup banyak suara berasal dari kaum agamawan tentang spiritualitas ekologi. Apa yang melandasi berkembangnya wacana itu? Apa kaitannya antara persoalan lingkungan hidup dan kepercayaan agama? Bukankah masalah lingkungan hidup seperti pemanasan global, perubahan iklim, ancaman kepunahan makhluk hidup, dan sebagainya adalah perkara alamiah yang solusinya ada di wilayah sains, teknologi, dan kebijakan politik belaka, tanpa perlu campur tangan agama? Apa relevansi spiritualitas ekologi? Singkatnya, dapatkah manusia menyelesaikan permasalahan lingkungan hidup yang nyatanya sudah gawat dan mendesak ini tanpa agama? Apakah pertimbangan rasional dan sains seharusnya cukup untuk menggerakkan manusia di seluruh dunia untuk mulai bertindak mengatasi kerusakan bumi?&#13;
&#13;
Ada yang bahkan menuduh agama justru berperan dalam mengakibatkan krisis lingkungan hidup, yakni ajaran bahwa manusia diutus oleh Tuhan untuk menguasai dunia. Maka, manusia menguras sumber daya alam sebanyak-banyaknya secara semena-mena. Akibatnya, terjadilah krisis yang kita hadapi sekarang. Apakah dalam dirinya sendiri agama ternyata tidak mempunyai dorongan untuk melindungi alam? Jika pada hari ini kaum agamawan memunculkan wacana untuk menyelamatkan lingkungan hidup dengan berdasarkan ajaran moral agama bukankah itu ironis?&#13;
&#13;
Kemudian, dalam lingkup yang lebih spesifik, apa yang khas dari Gereja Katolik dibandingkan dengan agama-agama lain dalam hal gerakan perlindungan dan penyelamatan lingkungan hidup?&#13;
&#13;
Pertanyaan-pertanyaan tersebut hendak dijawab dengan mencari bagaimana Paus Fransiskus memahami spiritualitas ekologi dalam Laudato Si (2015) dan Laudate Deum (2023), yaitu dua dokumen ekologi yang dipublikasikan hanya dalam selang waktu 8 tahun karena Paus Fransiskus semakin resah mengalami dan mengamati dunia semakin menuju keruntuhannya, sedangkan tanggapan manusia termasuk umat Katolik masih sangat lamban dan sangat tidak cukup.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>spiritualitas</topic>
 </subject>
 <classification>248</classification>
 <identifier type="isbn">9786230999956</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Catholic University of De La Salle Manado Welcome to De La Salle Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>248/Fer s</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">LIB00033205</numerationAndChronology>
    <sublocation>Main library</sublocation>
    <shelfLocator>248/Fer s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>images_%252831%2529.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>15091</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 09:16:52</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 09:17:36</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>