<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14389">
 <titleInfo>
  <title>Emotional intelligence ; kecerdasan emonional</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Goleman, Daniel</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">JAKARTA</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Gramedia Pustaka Utama</publisher>
  <dateIssued>2024</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Teks Book</form>
  <extent>xvi ; 483 Hlm. ; 15X23cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Apakah IQ adalah takdir? Ternyata tidak sebagaimana yang lumrah kita pikirkan. Gardner memperlihatkan mengapa orang yang&#13;
&#13;
ber-IQ tinggi mengalami kegagalan dan orang yang ber-IQ sedang menjadi sangat sukses. Penyebabnya adalah “kecerdasan&#13;
&#13;
emosional”, yang mencakup kesadaran diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri, empati, serta&#13;
&#13;
kecakapan sosial.&#13;
&#13;
Kecerdasan emosional merupakan ciri orang-orang yang menonjol dalam kehidupan nyata: mereka yang memiliki hubungan dekat yang&#13;
&#13;
hangat dan menjadi bintang di tempat kerja. Ini juga ciri utama karakter dan disiplin diri, altruisme, serta belas&#13;
kasih—kemampuan-kemampuan dasar yang dibutuhkan bila kita mengharapkan terciptanya masyarakat yang sejahtera.&#13;
&#13;
Sebagaimana ditunjukkan oleh Goleman, kerugian akibat rendahnya kecerdasan emosional dapat berkisar dari kesulitan perkawinan&#13;
&#13;
dan mendidik anak hingga ke buruknya kesehatan jasmani. Rendahnya kecerdasan emosional dapat menghambat pertimbangan&#13;
&#13;
intelektual dan menghancurkan karier. Barangkali kerugian terbesar diderita oleh anak-anak, yang mungkin bisa mengalami&#13;
&#13;
depresi, gangguan makan dan kehamilan yang tak diinginkan, agresivitas, serta kejahatan dengan kekerasan.&#13;
&#13;
Kabar gembiranya, kecerdasan emosional tidak ditentukan sejak lahir. Karena pelajaran-pelajaran emosional yang diperoleh&#13;
&#13;
seorang anak akan membentuk sirkuit otaknya, Goleman memberikan pedoman mendetail tentang bagaimana orangtua&#13;
dan sekolah dapat memanfaatkan kesempatan emas masa kanak-kanak it</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Motivation</topic>
 </subject>
 <classification>155.25</classification>
 <identifier type="isbn">9786020323138</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Catholic University of De La Salle Manado Welcome to De La Salle Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>155.25/Gol e</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">LIB00032072</numerationAndChronology>
    <sublocation>Main library</sublocation>
    <shelfLocator>155.25/Gol e</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Emotional_intelligence_%253B_kecerdasan_emonional.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14389</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-07 11:05:38</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-05-07 11:06:22</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>