<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13516">
 <titleInfo>
  <title>Merdeka Belajar Pendidikan Anak Usia Dini dan Implementasinya</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Widyastuti, Ana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">JAKARTA</placeTerm>
  </place>
  <publisher>PT. Elex Media Komputindo</publisher>
  <dateIssued>2022</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Teks Book</form>
  <extent>x ; 190 Hal. ; 15X23cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ingatkah dulu sewaktu kecil, kita senang bermain karet, membuat rumah-rumahan dengan kain di atas pohon jambu? Atau, main air di selokan tanpa alas kaki, bahkan main hujan-hujanan, main masak-masakan, serta masih banyak lagi. Memori yang sungguh asyik dan menyenangkan, bukan? Itulah masa bermain. Bagi anak, kebutuhan bermain adalah kebutuhan esensial anak. Jika anak bebas bermain itulah merdeka belajar. Sebab, bermain adalah belajar. Anak usia dini melakukan kegiatan belajar sambil bermain, dan bermain seraya belajar. Dengan demikian, anak selalu senang, nyaman, dan merdeka dalam belajar. Hal ini relevan dengan gagasan Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, yang berulang kali menekankan apa yang ia sebut sebagai “kemerdekaan dalam belajar”. Gagasan ini boleh jadi bermula karena pria bernama Soewardi Soerjaningrat itu tidak setuju praktik pendidikan yang mengandalkan kekerasan dan berjuang menyebarkan konsep pendidikan ala Taman Siswa. Sekolah itu adalah taman: taman yang tidak membuat anak takut, taman yang menyenangkan untuk belajar dan bermain. Seperti konsep yang diusung Ki Hajar Dewantara, “sekolah adalah taman yang menyenangkan”, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Mendikbudristek RI), Nadiem Makarim, terinspirasi dari tokoh pendidikan kita itu. Maka, lahirlah Merdeka Belajar. Buku ini hadir sebagai refleksi penulis terhadap apa yang terjadi, hal aktual dalam perkembangan dunia pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan anak usia dini (PAUD).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Pendidikan</topic>
 </subject>
 <classification>372.21</classification>
 <identifier type="isbn">9786230032677</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Catholic University of De La Salle Manado Welcome to De La Salle Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>372.21/Wid m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">LIB00020479</numerationAndChronology>
    <sublocation>Main library P.G.S.D</sublocation>
    <shelfLocator>372.21/Wid m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>50495921-95e0-4ff3-b35e-88ea7557136c.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13516</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-10-19 08:17:30</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-10-19 08:18:39</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>