<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13310">
 <titleInfo>
  <title>Menatap Bangsa Hoax ; Sebuah Catatan untuk Penegakan Good Governance</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Waluyo, Subagio S.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">YOGYAKARTA</placeTerm>
  </place>
  <publisher>CV Budi Utama</publisher>
  <dateIssued>2019</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Teks Book</form>
  <extent>viii ; 185 Hal. ; 16X23cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ada sebuah kegelisahan setiap menatap bangsa dan negara Indonesia. Kegelisahan yang berakar dari kondisi anak bangsa yang tampaknya tidak semakin membaik. Bagaimana tidak gelisah kalau perilaku anak bangsa ini tidak semakin membaik? Coba saja direnungkan, kok bisa-bisanya listrik di Jawa dan Bali bisa mati serentak dari siang bolong sampai lebih dari delapan jam tanpa pemberitahuan? Kerugian apa yang diderita masyarakat Indonesia dengan matinya listrik sampai begitu lama? Apakah sebagai warga negara yang baik setiap orang tetap diam seribu bahasa tanpa melakukan apapun?&#13;
Negeri kolam susu ini konon kabarnya sejak awal tahun 2000-an sudah mantap ingin menerapkan prinsip-prinsip good governance. Tapi, kenapa gara-gara pohon sengon tanpa ba-bi-bu listrik bisa padam se-Jawa dan Bali? Kalau begitu ke mana prinsip transparansi itu yang katanya mau ditegakkan? Jadi, apa gunanya digembar-gemborkan kalau negeri kolam susu mau mewujudkan birokrat yang profesional dan bersih?&#13;
Tulisan-tulisan yang terdapat di buku ini berupaya merekam sebanyak mungkin masalah bangsa yang sudah terlanjur disebut bangsa yang egois, pragmatis, dan oportunis. Tulisan-tulisan yang berangkat dari kegelisahan di hati penulis yang pernah di-up load di blogspot dan website milik penulis ini perlu dikaji lebih jauh agar ada alternatif rekonstruksi dalam penerapan prinsi-prinsip good governance.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Communities</topic>
 </subject>
 <classification>320.014</classification>
 <identifier type="isbn">9786230203626</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Catholic University of De La Salle Manado Welcome to De La Salle Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>320.014/Wal m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">LIB00020160</numerationAndChronology>
    <sublocation>Main library</sublocation>
    <shelfLocator>320.014/Wal m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Menatap_Bangsa_Hoax_%253B_Sebuah_Catatan_untuk_Penegakan_Good_Governance.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13310</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-04-21 09:22:24</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-21 09:23:05</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>