<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11475">
 <titleInfo>
  <title>Sosialogi Kepelisian</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sutrisno</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">JAKARTA</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Yayasan ustaka Obor Indonesia</publisher>
  <dateIssued>2016</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Teks Book</form>
  <extent>xxx ;</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pergumulan kepolisian sebagai otoritas pengendali keamanan publik dengan organisasi masyarakat sipil (OMS) menemukan formatnya pada dasawarsa 2000-an. Mengapa? Kedua entitas sosial iniâ€”kepolisian dan OMSâ€”pada dekade ini sedang sama-sama mereguk sumber â€˜oksigenâ€™ yang menumbuhkan otot-otot kekuasaannya. Pada pra-1998, pergulatan keduanya tidak terlalu keras karena kalangan sipil mengalamatkan aneka macam persoalan, utamanya ikhwal demookrasi, langsung pada otoritas Negara, bukan kepada kepolisian.&#13;
&#13;
Pasca 2000-an, otot-otot kekuasaan kedua entitas sosial ini secara nyata bertumbuh-kembang. Yaitu, pertama, setelah militer kembali ke barak, berarti Negara menempatkan polisi sebagai pengendali keamanan publik secara total; tetapi, kedua, bersamaan dengan ini keluarnya sejumlah  undang-undang yang membuka partisipasi publik terhadap jalannya roda pemerintahan, berarti secara otomatis membatasi otoritas pengendali ekamanan publik ini dalam menafsir realitas dan menggunakan kekuasaannya secara aktual. Prinsipnya, ketika otoritas pengendali keamanan publik ini tidak lagi didikte kakak kandungnya militer, ia harus mau berbagi tafsir atas realitas dan segala aturan main dengan organisasi masyarakat sipil perihal bagaimana menggunakan kekuasaaannya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>306.27</classification>
 <identifier type="isbn">9789794619759</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Catholic University of De La Salle Manado Welcome to De La Salle Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>306.27/Sut s</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">LIB00018068</numerationAndChronology>
    <sublocation>Main Library Hukum</sublocation>
    <shelfLocator>306.27/Sut s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Sosialogi_Kepelisian.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>11475</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-10-17 10:10:32</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-10-17 10:11:28</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>