<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10739">
 <titleInfo>
  <title>GRATIFIKASI DAN SUAP DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2001 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 1999 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Longdong, Chris Yodi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">MANADO</placeTerm>
  </place>
  <publisher>DLSU Manado</publisher>
  <dateIssued>2017</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi Hukum</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gratifikasi dan suap merupakan tindakan yang dikategorikan dalam salah satu jenis&#13;
tindak pidana korupsi. Dalam perkembangan prakteknya yang dimulai dari zaman&#13;
yunani kuno sampai sekarang gratifikasi dan suap memiliki dampak yang besar dalam&#13;
perkembangan negara dan masyarakatnya. Praktek ini membuat masyarakat tidak lagi&#13;
menghormati nilai-nilai kemanusian seperti kedisiplinan, kesabaran, kerendahan hati,&#13;
dan sebagainya, karena praktek gratifikasi dan suap juga mengiring masyarakat&#13;
bersaing secara tidak sehat dalam meningkatkan kesejahteraan kehidupan. Pada&#13;
hakikatnya dalam gratifikasi dan suap, memiliki hubungan yang kuat antara pemberi&#13;
dan penerima. Baik yang masyarakat sebagai pemberi dan pegawa negeri atau&#13;
penyelenggara negara sebagai penerima. Salah  satu alasan yang mendasar dari&#13;
praktek ini ialah kemalasan yang dimiliki masyarakat dan ketidakpuasan pendapatan&#13;
baik dari gaji maupun ada usaha lainnya  dari pegawai negeri atau penyelenggara&#13;
tersebut. Proses untuk menindaklanjuti kasus gratifikasi dan suap berlandaskan pada&#13;
Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, Undang-Undang Nomor 46 Tahun&#13;
2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Undang-Undang Nomor 30 Tahun&#13;
2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun&#13;
2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang&#13;
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dari semua undang-undang yang mengatur&#13;
tentang korupsi tersebut perlu adanya evaluasi terhadap keefektivan dari undangundang&#13;
tersebut,&#13;
terlebih&#13;
atas&#13;
keefektivan&#13;
dari&#13;
Pasal&#13;
12B&#13;
Undang-Undang&#13;
Nomor&#13;
20&#13;
Tahun&#13;
2001.&#13;
Kata Kunci: Memberantas Gratifikasi dan Suap, dampak dari Korupsi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Catholic University of De La Salle Manado Welcome to De La Salle Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>Skripsi/Lon g</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="378" url="" path="/perpusdlsu1.pdf" mimetype="application/pdf">Gratifikasi dan Suap ditinjau dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Gratifikasi</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <slims:image>Capture.PNG.PNG</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10739</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-09-12 08:31:08</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-09-12 08:31:08</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>